Aug 07, 2026 Tinggalkan pesan

Kesalahan Umum Dan Solusi Pemecahan Masalah Untuk Pompa Hidrolik Listrik

1. Motor Tidak Berjalan / Pompa Tidak Hidup

Kegagalan daya atau trip sirkuit:Tidak ada aliran listrik dari stopkontak, pemutus arus putus, sekring putus, atau kabel daya rusak → Gunakan multimeter untuk memeriksa voltase, menyetel ulang pemutus, mengganti sekring, dan memeriksa kabel.

Sakelar atau kontaktor rusak:Kontak sakelar start/stop, relai, atau kontaktor AC terbakar atau rusak → Putuskan sambungan daya, periksa kontinuitas, dan ganti komponen yang rusak.

Kegagalan motorik:Motor hanya mengeluarkan suara "berdengung" tetapi tidak berputar=bantalan tersangkut, belitan terbakar, atau sikat karbon aus (umum terjadi pada pompa hidrolik DC) → Periksa motor dan perbaiki atau ganti jika perlu.

Perlindungan termal diaktifkan:Suhu badan pompa atau oli hidrolik terlalu tinggi (biasanya perlindungan aktif di atas 60 derajat ) → Hentikan pengoperasian dan biarkan sistem mendingin hingga suhu normal sebelum memulai kembali.

Arah putaran salah (pompa tiga-fasa):Tekanan tidak dapat meningkat atau tidak ada keluaran oli → Tukar kabel dua fase untuk membalikkan putaran motor.
https://www.cnmachfty.com/hydraulic-parts/hydraulic-pump/electric-hydraulic-pump.html

2. Motor Berjalan tetapi Tekanan Tidak Dapat Terbentuk / Output Aliran Rendah

Urutan pemecahan masalah: Periksa katup terlebih dahulu, lalu pompa, lalu kebocoran internal.

Level oli rendah atau filter hisap tersumbat:Level oli berada di bawah lubang hisap atau layar filter tersumbat → Tambahkan oli hidrolik hingga tanda level yang benar dan bersihkan atau ganti elemen filter.

Udara yang masuk ke saluran hisap (kavitasi):Selang hisap retak, alat kelengkapan longgar, atau segel bocor → Kencangkan sambungan, ganti selang yang rusak, dan keluarkan udara dari sistem.

Kerusakan katup pelepas/katup pengaman:Sekrup penyetel tekanan kendor, spool katup tersangkut pada posisi pelepas, atau pegas rusak → Lepas dan bersihkan katup pelepas, sesuaikan kembali pengaturan tekanan, dan ganti bagian yang rusak jika perlu.

Keausan dan kebocoran pompa internal:Jarak bebas yang berlebihan pada pelat samping atau ujung roda gigi pompa roda gigi, pelat katup pompa piston tergores, atau katup periksa tidak dapat tersegel dengan benar → Uji tekanan-tanpa beban. Kebocoran internal yang berlebihan memerlukan pembongkaran pompa dan penggantian komponen.

Kecepatan motor tidak mencukupi:Tegangan pasokan rendah (terutama saat menggunakan kabel ekstensi panjang dengan pompa 220V) → Ukur tegangan dalam kondisi tanpa-beban, gunakan kabel yang lebih tebal, atau sambungkan langsung ke catu daya.

Jenis oli yang salah atau oli hidrolik yang terkontaminasi:Oli terlalu kental untuk pengoperasian di cuaca dingin, atau oli teremulsi/mengandung udara → Ganti dengan oli hidrolik anti aus dengan kualitas yang benar (umumnya ISO VG 46 atau ISO VG 32).

3. Kebisingan Berlebihan/Getaran Terlihat

Udara yang terperangkap dalam sistem hidrolik:Paling umum terjadi setelah pemasangan awal atau penggantian oli, biasanya disertai dengan suara "gemericik" → Kendurkan sekrup pembuangan dan jalankan motor berulang kali dalam-kondisi tanpa beban untuk mengalirkan oli dan menghilangkan udara yang terperangkap.

Kondisi hisap yang buruk:Filter tersumbat, level oli rendah, saluran hisap berukuran kecil, atau oli dengan viskositas berlebihan → Bersihkan filter, tambah diameter saluran hisap, atau ganti oli hidrolik.

Keausan mekanis: Damaged bearings, worn gears/vanes/pistons, misaligned coupling (shaft alignment error >0,1 mm) → Ganti bantalan, perbaiki pelurusan, dan kencangkan baut pemasangan.

Kebisingan kavitasi:Kebisingan bernada tinggi-yang berlangsung lebih dari 30 detik menandakan pompa sedang menyedot udara atau kekurangan oli → Segera hentikan pengoperasian dan periksa segel-sisi isap, sambungan, dan ketinggian oli.

Kirim permintaan

whatsapp

Telepon

Email

Permintaan